MaaFkaN Aq BiLA Aq MEnGeLuH…
December 10, 2006 by futura-04
Hari ini, di sebuah bus, aku melihat
seorang remaja tampan dengan rambut
sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia
tampak begitu ceria, dan aku sangat
ingin memiliki gairah hidup yang sama.
Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan.
Dia mempunyai satu kaki saja, dan
memakai tongkat kayu. Namun ketika dia
lewat …. ia tersenyum. Ya Allah,
maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya
dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli sedikit kue.
Anak laki-laki penjualnya begitu
mempesona. Aku berbicara padanya. Dia
tampak begitu gembira. Seandainya aku
terlambat sampai di kantor, tidaklah
apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata,
‘Terima kasih. Engkau sudah begitu baik.
Menyenangkan berbicara dengan orang
sepertimu. Lihatlah, aku buta.’ Ya
Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.
Lalu, sementara berjalan. Aku melihat
seorang anak mirip bule dengan bola mata
biru. Dia berdiri dan melihat
teman-temannya bermain sepak bola. Dia
tidak tahu apa yang bisa dilakukannya.
Aku berhenti sejenak, lalu berkata,
‘Mengapa engkau tidak bermain dengan
yang lain, Nak ?’ Dia memandang ke depan
tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak
bisa mendengar. Ya Allah, maafkan aku
bila aku mengeluh. Aku punya dua
telinga. Dunia ini milikku.
Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana
aku mau. Dengan dua mata untuk memandang
mentari dan bukit-bukit. Dengan dua
telinga untuk mendengar desir angin dan
segala bunyi.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh