Jangan Pernah Berhenti..
August 21, 2008 by futura-04
Bismillah…
Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia.
Setiap dimensi kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan
bermuara pada kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Sedih,
kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi lain dari
indahnya hidup. Ketika manusia mau menikmati kesenangan hidup, maka ia
pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.
Adalah fitrah
manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan kesal, marah,
emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia akan merasakan
hal yang sama, yang membedakan adalah penyikapan terhadap ujian
perasaan tersebut.
Ada, bahkan mungkin banyak yang menjadikan marah
dan emosi sebagai masinis dalam dirinya, mempermainkan fluktuasi
keimanan, sehingga akan berujung pada kesia-sian yang berkepanjangan
dan kerugian yang banyak. Masalah tidak akan begitu saja berlalu dan
selesai dengan emosi, marah dan keluhan. Disisi lain, tidak akan ada
amalan yang di dapat ketika hal tersebut menguasai diri. Jadi 2
kerugian yang akan di peroleh, masalah yang semakin rumit dan energi
yang terbuang, tidak menjadi amal.
Namun tidak sedikit yang
menjadikan sabar dan syukur sebagai qawwan dalam dirinya dan menguasai
ruhnya. Ia berusaha bersabar dan mencoba untuk terus bersabar dalam
menunaikan amanah ujian dari Allah, hingga akhirnya ia akan mencapai
pada titik klimaks kemenangan. Ya… Hakikatnya, ujian adalah amanah yang
harus tertunaikan dan buahnya adalah kemenangan.
Hidup memang tidak
mudah, tetapi kemudahan dapat di hidupkan. Kepenatan, kemarahan,
turunnya kualitas ibadah dan kegersangan ruhiyah adalah titik klimaks
dari kelalaian seorang hamba dalam menjalani ujian hidup. Matikan
kelalaian itu dengan hati yang hidup dalam mewujudkan kemudahan hidup.
Berhentilah sejenak saudaraku… Berhentilah di sini…
Berhentilah di terminal ruhiyah, agar hati damai dan tenang terasa hingga tulang sum-sum.
Jangan pernah berhenti saudaraku… Untuk selalu dalam keistiqamahan.
Jangan pernah berhenti, untuk selalu bermunjat pada-Nya ketika kegalauan dan kepenatan hati telah menguasai diri…
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memohon dan meminta pada-Nya ketika cita-cita telah sirna namun asa masih menggunung…
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memupuk semangat dan keoptimisan
ketika hati mulai rapuh dan patah, sampai Allah memberikan kemenangan.
Jangan pernah berhenti saudaraku… Untuk selalu melantunkan bait-bait
doa meskipun di kantor, jalan, sekolah, kampus, pasar, kendaraan,
kereta, pesawat….dan di hati ini… Allah Maha Mendengar bisikan hati…
“Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat
ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari
doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski
sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang
karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang
lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah
ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa
dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah
kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki
dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi
dengan-Nya melalui doa-doanya. ” (Shaidul Khatir, 375). Begitulah
nasihat dari Ibnul Jauzi.
Jangan pernah berhenti untuk selalu
berusaha ikhlas dan tawadhu mengumpulkan butiran-butiran amal dalam
setiap fase hidup, karena kelak ia yang akan menjadi kawan kita ketika
menemui Rabb Semesta Alam…
Jangan pernah berhenti untuk selalu
memohon pada-Nya kembali yang baik dan khusnul khatimah, karena akhir
yang baik adalah muara dari kasih sayang Allah.
Ya..jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar, berdoa dan bersabar dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah.
Allahua`lambisshawaab…
Setitik hikmah dari samudera hikmah…